Posted in Politik

KPU Bakal Larang Mantan Koruptor Jadi Caleg

Tak bisa dipungkiri kalau kasus korupsi di Indonesia memang sudah begitu luar biasa latennya. Tak hanya melanda instansi pusat, pada pelaku korupsi bahkan sudah menyebar hingga ke seluruh pelosok Indonesia. Kendati merugikan negara, ada banyak mantan koruptor itu yang tetap santai melenggang sebagai pemimpin daerah atau mengajukan diri sebagai legislator.

 

Bertujuan tak memberikan ruang bagi mantan pelaku korupsi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru-baru ini mengeluarkan wacara agar bekas koruptor dilarang jadi calon legislatif (caleg) dalam Pemilu 2019. Pernyataan KPU ini langsung mendapat dukungan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan Agus Rahardjo selaku Ketua KPK langsung menghimbau agar parpol tak mengusung bekas koruptor sebagai caleg, seperti dilansir Detik.

 

Arief Budiman selaku Ketua KPU menyebutkan jika pihaknya saat ini tengah merapikan rumusan Peraturan KPU (PKPU) mengenai mantan narapidana kasus korupsi yang dilarang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. PKPU ini akan diserahkan ke Kementrian Hukum dan HAM untuk disahkan. Demi mensukseskan kepentingan itu, KPU siap melakukan sosialisasi bersama KPK dan parpol peserta Pemilu 2019.

 

Meskipun belum dipastikan, wacana pelarangan itu sudah mendapat apresiasi positif dari salah satu parpol yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai bentukan mantan jurnalis cantik bernama Grace Natalie itu memang sudah sejak awal tidak mengizinkan bekas koruptor jadi caleg mereka. Menurut Sekjen PSI, Raja Juli Antoni, larangan napi korupsi untuk nyaleg ini adalah kemajuan dalam pemilu Indonesia supaya bisa mendapatkan calon pemimpin yang baik.

 

Komisi II DPR RI Keberatan Larangan Caleg Bekas Koruptor

 

Berbeda dengan KPK dan PSI yang jelas-jelas mendukung pelarangan mantan koruptor nyaleg, Komisi II DPR RI justru masih keberatan. Komisi II DPR RI tampaknya masih belum setuju jika mantan koruptor tak bisa jadi anggota DPR RI atau DPRD di tingkat provinsi dan kota/kabupaten. Hal ini rupanya membuat KPU heran karena sebetulnya DPR RI sudah meloloskan aturan pelarangan mantan koruptor jadi anggota DPD.

 

Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU pun mempertanyakan aksi Komisi II DPR RI yang menyetujui aturan itu untuk DPD, tapi malah tak setuju dengan wacana PKPU. Sejauh ini komisi yang bertugas di lingkup bidang dalam negeri, sekretariat negara dan pemilu itu masih ingin membiarkan mantan koruptor mgmcash88 untuk jadi caleg. Namun hal itu tak membuat KPU gentar, bahkan mereka siap menghadapi gugatan yang bakal muncul di Mahkamah Agung.

 

Terobosan Berani KPU, Mendagri Masih Gamang

 

Meskipun masih ditolak Komisi DPR RI, wacana KPU itu mendapat dukungan dari masyarakat luas. Aturan ini bahkan nantinya bisa jadi pembelajaran setiap parpol mengenai efek pencalonan mantan koruptor. Bahkan ini bisa jadi sebuah terobosan baru untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintregritas dan tidak korup. Atas PKPU itu, Mendagri Tjahjo Kumolo pun angkat bicara.

 

Politisi senior PDI-P ini memang menilai jika PKPU tersebut adalah niat baik hanya saja KPU harus tetap menghormati aturan hukum. Meskipun KPU memiliki hak dan kewenangan mandiri, perumusan PKPU larangan koruptor jadi caleg itu harus berlandaskan UU supaya tak akan digugat nantinya. Ke depannya, Tjahjo akan membicarakan PKPU itu dengan DPR RI.

 

Disebutkan bahwa KPU mengusulkan larangan itu agar bisa masuk ke PKPU Pasal 8. “Tapi dalam dialog yang berkembang, kami akan mewacanakan agar larangan itu mengikat parpol peserta Pemilu,” papar Wahyu.

Posted in Konser Musik

Tayang 2 November 2018, ‘BOHEMIAN RHAPSODY’ Pamer Trailer

Kerinduan fans band legendaris asal Inggris, Queen, untuk bisa melihat kisah hidup idola mereka terjawab sudah. 20th Century Fox akhirnya merilis trailer perdana untuk film biopik Queen berjudul BOHEMIAN RHAPSODY. Mengambil jadwal rilis global pada 2 November 2018, penampilan Rami Malek memang yang paling disorot karena dirinya berperan sebagai sosok ikonik Freddie Mercury, sang vokalis Queen.

 

Judul untuk film biopik ini memang diambil dari salah satu hits Queen yang berjudul sama dan sangat populer luar biasa. Dikenal atas perannya sebagai Elliot Alderson dalam serial TV Mr.Robot, aksi Malek menghidupkan kembali sosok Mercury memang menuai banyak pujian. Dalam trailer yang ada, Malek tampil begitu serupa dengan mendiang Mercury yang sudah meninggal dunia tahun 1991 silam karena AIDS.

 

Sebelumnya di acara CinemaCon Las Vegas 2018 pada April lalu, Fox sempat merilis foto saat Queen tengah menjalani konser Live Aid di London pada tahun 1985 silam. Menggantikan Sacha Baron Cohen yang sebelumnya diplot sebagai Mercury dan memilih hengkang karena perbedaan kreatif, Malek tak menampik kalau menjadi Mercury seolah jadi tantangan dan beban baginya. “Waktu aku mendapatkan peran Mercury aku berpikir, ‘Ya Tuhan, ini akan menentukan karierku’. Tapi dua menit kemudian aku berpikir lagi, ‘Ini juga bisa membunuh karierku’,”.

 

Sebagai film biopik perjalanan Queen di belantika musik dunia, BOHEMIAN RHAPSODY juga akan memperlihatkan keempat anggota asli Queen. Selain Malek sebagai Mercury, ada juga Ben Hardy sebagai Roger Taylor sang drummer, Gwilym Lee sebagai Brian May si gitaris dan Joseph Mazzello sebagai John Deacon sang pembetot bass. Nama-nama lain yang ikut terlibat adalah pemeran Littlefinger dalam Game of Thrones yakni Aidan Gillen sebagai John Reid, manajer kedua Queen.

 

Proyek ‘BOHEMIAN RHAPSODY’ Berlarut Hingga 10 Tahun

 

Produser Graham King sempat menyebutkan kalau BOHEMIAN RHAPSODY membutuhkan waktu 10 tahun untuk dipersiapkan sebelum akhirnya rilis pada awal November tahun ini. Sebelumnya judul BOHEMIAN RHAPSODY sudah pernah terungkap dalam wawancara BBC dengan May pada tahun 2010 lalu. Bahkan saat itu Cohen terpilih untuk menjadi Mercury dan King yang sukses dalam biopik petinju legendaris Muhammad Ali bertanggung jawab sebagai produser.

 

Tiga tahun kemudian, Cohen memilih hengkang pada Juli 2013 karena perbedaan kreatif karena dia awalnya berharap BOHEMIAN RHAPSODY akan jadi proyek film dewasa, tapi Queen berharap BOHEMIAN RHAPSODY lebih bernuansa keluarga. Hal ini awalnya cukup membuat fans togel hongkong berpikir kalau sisi biseksual Mercury tak akan diperlihatkan dalam BOHEMIAN RHAPSODY. Namun dalam jajaran pemain, ada Lucy Boynton dan Aaron McCusker yang masing-masing bakal jadi Mary Austin dan Jim Hutton, dua orang yang pernah jadi pacar Mercury semasa hidup.

 

‘BOHEMIAN RHAPSODY’ Sempat Kehilangan Sutradara

 

Salah satu maslaah yang muncul saat proses syuting BOHEMIAN RHAPSODY adalah pemecatan Bryan Singer dari jajaran sutradara. Fox memilih memutus kontrak Singer pada awal November 2017 karena sineas di balik franchise X-MEN itu absen tanpa kabar selama beberapa hari. Dalam wawancaranya dengan Hollywod Reporter, Singer mengaku bahwa dia punya alasan pribadi yang membuatnya terpaksa absen dari lokasi syuting BOHEMIAN RHAPSODY. Namun saat itu rumor beredar bahwa perbedaan pendapat dengan Malek membuat Singer kabur. Dua hari usai pemecatan Singer, Fox pun memilih sutradara serial TV, Dexter Fletcher sebagai sutradara.