Penonton Indonesia Sudah Tak Sabar Saksikan Gundala

Kebangkitan film superhero tidak hanya ramai di perfilman dunia namun juga di industri film Indonesia. Dan nampaknya tren ini akan benar-benar dimulai melalui film Gundala yang digarap oleh salah satu sineas berbakat dan terbaik dari Indonesia, Joko Anwar.

Abimana Arsatya didapuk Menjadi Sancaka

Setelah lama disembunyikan, akhirnya Joko Anwar untuk pertama kalinya mengenalkan siapa kah aktor yang memerankan film superhero yang memiliki kekuatan petir tersebut. lewat ajang Comic Con, akhirnya muncul lah sosok Gundala yang ternyata diperankan langsung oleh pemeran Dono dalam Warkop DKI Reborn yaitu Abimana Arsatya.

Penggemar komiknya pasti tahu kalau nama asli dari tokoh ikonis Gundala adalah Sancaka. Nama Abimana sendiri diakui oleh Joko tercetus langsung sejak proses pra produksi. Memang ada audisi juga, katanya, namun yang terpilih tetap pilihannya yang pertama yaitu Abimana Aryasatya. “Karena dia memang yang paling tepat,” kata Joko.

Selain aktor Abimana, ada juga pemeran kunci yang lainnya yaitu Tara Basro yang juga pernah terlibat proyek film Pengabdi Setan dengan Joko. Tara Basro didapuk menjadi karakter Wulan alias Merpati. Selain itu ada juga aktor yang pernah bekerja sama dengan Joko dan Tara di Pengabdi Setan juga yaitu Bront Palarae. Ia berperan sebagai Pengkor. Dan aktor cilik Muzakki Ramadhan memerankan Sancaka cilik.

Bersama dengan adanya pengenalan pemeran, teaser poster perdana serta teaser trailer Gundala sendiri juga ikut dirilis bersama. Posternya Domino Qiu Qiu sendiri menampilkan close up Gundala yang mana mengenakan kostum awal dari masa superheronya, lengkap dengan aksesoris telinga yang bentuknya sayap yang jadi ciri khasnya.

Sementara itu, teaser trailernya sendiri Cuma berdurasi selama 24 detik saja dengan menampilkan kilasan sejarah awal Gundala sejak ia masih kecil sampai dengan titik di mana ia mesti menghadapi kekacauan dan juga kriminalitas di dalam kota ketika ia beranjak dewasa.

Joko Anwar Mengaku Tulis Skenario Gundala di Kuburan

Joko Anwar, dilansir dari Liputan 6, mengaku bahwa ia senang bisa mengadaptasi komik fenomenal yang ditulis oleh Hasmi dengan judul Gundala Putra Petir ini. walaupun ia terkenal memiliki karya masterpiece di dunia perfilman Indonesia, Joko tetap saja menghadapi tantangan besar ketika ia menggarap film ini. pertama-tama, sial bagaimana caranya ia bisa mengemas cerita di era 1960an ini menjadi cerita yang kekinian.

“Sensibilitasnya mesti cocok dengan society jaman sekarang. Karena kalau kita plek ketiplek dari zaman dulu, wah, ngga bisa, harus diupgrade,” katanya saat ditemui di Jakarta Convention Centre, Senayan, akhir bulan Oktober lalu.

“Itu juga saya lakukan di film saya yang sebelumnya seperti Pengabdi Setan. Sehingga penonton zaman sekarang dapat related dengan ceritanya,” ungkap Joko lagi menyambung pernyataannya.

Joko Anwar juga terlibat sebagai pembuat scenario, tidak hanya sebagai sutradara. Ia mengakui bahwa proses penulisan scenario ini mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi dibandingkan dengan film lainnya yang sudah ia kerjakan sebelumnya. “Sangat susah, sampai saya harus nulis di museum atau saya harus nulis di kuburan. Setelah empat bulan ya akhirnya jadi lah scenario Gundala,” tuturnya.

“Sangat susah sampai-sampai harus nulis di tempat yang sepi dengan kondisi yang tenang,” imbuhnya.

Gundala yang mana adalah proyek ‘keroyokan’ yang terjalin antara Bumilangit Studios, Legacy Pictures dan Screenplay Films ini bakal siap beraksi di layar lebar di tahun 2019 esok.

Author: frederickgaliay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *