Posted in Berita Mancanegara

Larangan Ekspor Senjata dari Jerman ke Saudi

Jerman dikabarkan memperpanjang larangan ekspor senjatanya ke Arab Saudi sampai 6 bulan ke depan. Langkah ini pasalnya dianggap sebagai ketegasan Jerman dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Larangan Ekspor Senjata ke Saudi

“Larangan tersebut pasalnya akan diperpanjang sampai dengan tanggal 30 September 2019. Dalam periode itu, tak akan ada aplikasi ekspor yang disetujui,” ungkap Steffen Seibert, juru bicara pemerintahan, dikutip dari CNN Indonesia pada hari Kamis (28/3).

Gagasan ini sebelumnya memang sempat membuat sejumlah pihak khawatir, khususnya sejumlah rekan bisnis dari Perancis dan Inggris dikarenakan beberapa perusahaan mereka yang bertempat di Jerman sudah mesti memperbarui lisensinya sebelum bulan September.

Pemerintah Jerman juga sepakat untuk memperpanjang lisensi yang telah disetujui selama 9 bulan sehingga perusahaan tidak perlu lagi mendaftarkan lembaganya menjelang akhir tahun nanti. Akan tetapi, perusahaan-perusahaan itu baru bisa mengirimkan senjata ke Saudi setelah bulan September. Mereka juga mesti memastikan senjata liga118 tersebut tak digunakan untuk perang di Yaman.

Larangan ini pertama kalinya diberlakukan setelah adanya kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi yang terungkap pada bulan Oktober 2018 lalu. Jurnalis yang kerap mengkritik Pangeran Mohamed bin Salan (MbS) tersebut ditemukan tewas di gedung Konsulat Arab Saudi yang ada di Instabul, Turki, di tanggal 2 Oktober 2018.

Walaupun sempat menampiknya, akhirnya Saudi mengakui bahwa wartawan tersebut memang dibunuh di dalam kantor konsulatnya. Akan tetapi, Saudi bersikeras bahwa pemerintah kerajaan tidak ikut campur. Mereka juga menambahkan bahwa pembunuhan tersebut dilakukan oleh sejumlah agen intelijen yang mana bergerak di luar kewenangan.

Walaupun demikian, Turki menuding Saudi lah sebagai dalang di balik pembunuhan itu. CIA, Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat, bahkan juga dilaporkan telah menarik simpulan bahwa MbS pasalnya memerintahkan langsung untuk membunuh Khasgoghi.

Stop Ekspor Senjata Karena Kisruh Khasgoggi

Kanselir Jerman, Angela Merkel, menyatakan bahwa Jerman berhenti menjual senjata kepada Arab Saudi untuk sementara waktu ini karena kisruh kasus pembunuhan Jamal Khashoggi ini. Kerajaan Arab Saudi yang akhirnya mengakui bahwa wartawan pengkritik Raja Salman itu tidak bisa mengelak lagi bahwa memang wartawan itu memang dibunuh.

“Saya sepakat bersama mereka yang mengatakan bahwa ini saatnya untuk kita untuk membatasi ekspor senjata (ke Saudi) yang tak bisa mereka lakukan dalam situasi seperti ini,” ucap Merkel sebagaimana dikutip dari dari CNN Indonesia, beberapa waktu lalu.

Dalam jumpa pers tersebut, Merkel juga menyatakan lagi kecamannya dalam pernyataan yang paling keras, ungkapnya pada pembunuhan Khashoggi. Ia juga “mendesak klarifikasi” terkait dengan kasus itu.

“Kami melihat kasus ini tak sepenuhnya diungkap pada public. Kami juga melihat pelaku amat sangat jauh dari proses hokum dan juga pengadilan,” imbuhnya. Merkel mengatakan ia akan terus menerus berkonsultasi dengan mitra-mitra internasional Jerman ini untuk mengoordinasikan langkah untuk merespons tragedi ini.

Dalam kesempatan berbeda, Heiko Maas, Menteri Luar Negeri Jerman, pun mengatakan bahwa sekarang ini negaranya tak melihat “urgensi yang mendasari negeranya untuk tetap menjual senjata ke Saudi.”

September lalu, Jerman baru saja menyepakati penjualan senjata ke Saudi yang nilainya mencapai US$ 480 juta atau setara dengan Rp.7,2 triliun selama tahun 2018.

Riwayat perdagangan alat-alat pertahanan antara Jerman dan Saudi didominasi penjualan kapal patrol. Keputusan ini diambil Merkel sebulan setelah kedua Negara tersebut memulihkan relasi diplomatiknya.