KPK Akui Investigasi Kewenangan Nicke Ketika Masih di PLN

Deskripsi singkat: KPK yang memanggil Nicke, Mantan pejabat PT PLN (Persero), mengakui mereka sudah mendalami Dirut Pertamina itu sejak ia masih di PLN.

KPK Akui Investigasi Kewenangan Nicke Ketika Masih di PLN

KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menyebutkan bahwa pemerikasaan yang dilakukannya pada Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, dilakukan untuk mendalami tentang kewenangannya soal perencanaan pembangunan PLTU Riau-1.

Nicke Telah ‘diinvestigasi’ Sejak Dirinya di PLN

Nicke pada hari Kamis (2/5), diperiksa oleh KPK sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT PLN (Persero) nonaktif yaitu Sofyan Basir. Ia diperiksa dalam kepasitasnya sebagai mantan pejabat di PLN (Persero).

Seperti yang telah diketahui Bersama bahwa ia pernah menduduki 3 jabatan di perusahaan yang menjadi penyedia setrum nasional tersebut. Posisi-posisi tersebut adalah Direktur togel sgp Niaga dan Management Risiko PT PLN (Persero), Direktur Perencanaan Korporat PT PLN (Persero), dan juga Direktur Pengadaan Strategis 1 PT PLN (Persero).

“Untuk saksi di PT Pertamina (Persero) hari ini penyidik mengonfirmasi keretangan dari saksi (Nicke) terkait dengan jabatannya saat di PT PLN serta kewenangan yang bersangkutan dalam perencanaan pembangunan PLTU Rian-1,” ungkap Yuyuk Andriati, selaku Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Hubungan Masyarakat KPK di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (2/5).

Setelah diperiksa selama kurang lebih 5 jam, Nicke akhirnya keluar dari Gedung Merah Putih KPK. Ia mengatakan bahwa pertanyaan yang mana dilontarkan oleh penyidik masih sama dengan ketika ia diperiksa soal kasus yang sama juga. Tapi ia sayangnya tidak mau membeberkan lebih jelas lagi pertanyaan atau pun jawaban yang diberikannya selama pemeriksaan berlangsung.

Selain Nicke, pasalnya ada juga Bupati Temanggung yang sekaligus juga suami Erni Maulani Saragih, yaitu Muhammad Al Khadziq, yang diperiksa oleh KPK. Ia juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka. Yuyuk sendiri mengatakan bahwa KPK mendalami keterangan dari Khadziq soal dana dari istrinya untuk pencalonan dirinya sebagai Bupati Temanggung.

Pada persidangan sebelumnya, terungkap bahwasanya Eni sempat meminta uang pada pemegang saham Blackgold Natural Resources, Johanes B. Kotjo, tentang PLTU Riau-1. Uang tersebut pasalnya diduga untuk keperluan Khadziq yang mencalonkan dirinya sebagai Bupati Temanggung itu.

KPK sebelumnya juga telah menetapkan Sofyan sebagai tersangka kasus suap tentang kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 yang tepatnya di Provinsi Riau. Dalam kasus suap ini, Sofyan diduga kuat menerima janji dengan mendapatkan bagian yang besarnya sama dengan terpidana Mantan Sekretaris Jenderal Golkar, Idrus Marham dan juga Wakil Ketua Komisi VII, Eni Maulana Saragih.

KPK Juga Panggil Direktur Keuangan PLN

Tidak hanya Nicke dan Khadziq, KPK juga pasalnya memanggil Direktur Keuangan PLN, Sarwoni Sudarto. Setelah itu, KPK juga memanggil Direktur Utama PT Samantaka Batubara AM Herlambang dan juga mantan direktur utama PT Samantaka Batubara yang sekarang ini telah menjabat sebagai Direktur Utama PT Try Mitra Bayany Sujo.

Selain mereka berempat, pegawai PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), Wildan Baina, pun tak luput dari panggilan KPK sebagai saksi kasus suap PLTU Riau-1.

KPK sendiri telah menetapkan Sofyan sebagai tersangka kasus suap terkait dengan kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

Dalam kasus yang belum selesai ini juga, Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan bahwa pihaknya menduga bahwa Sofyan juga ikut membantu Eni Maulani Saragih dan teman-temannya menerima janji atau hadiah dari Johanes Kotjo.

Sebelumnya Nicke juga sudah dipanggil oleh KPK. Dirut Pertamina itu dilaporkan pernah mangkir dengan alasan sakit pada panggilannya tepatnya tanggal 29 April 2019 lalu.

Author: frederickgaliay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *