Posted in Berita Mancanegara

Susi Pudjiastuti dijadwalkan Hadiri Pemutaran Film Dokumenter

Deskripsi singkat: Pemutaran film How to Save Our Coastal Seas yang dilanjutkan diskusi akan dibersamai oleh Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan Indonesia di BBJ.

Susi Pudjiastuti dijadwalkan Hadiri Pemutaran Film Dokumenter

Kabar datang dari sebuah film dokumenter dengan tema lingkungan hidup kelautan. Judul film dokumenter itu adalah How to Save Our Coastal Seas yang akan diputar di BBJ (Bentara Budaya Jakarta) tepatnya hari ini, Selasa (14/5) jam 15.30-16.30 WIB.

Pemutaran Film dan Diskusi Tentang Lingkungan Kelautan

Pemutaran film ini adalah bagian dari film seri dokumenter Our Planet yang mana diselenggarakan oleh Harian Umum Kompas Bersama dengan WWF (World Wide Fund) Indonesia dari BBJ. Pemutaran film itu tidak hanya sendiri, namun akan dilanjutkan dengan diskusi.

Diskusi yang akan diangkat adalah diskusi Marine Protected Area, Fisheries& Eco-Tourism: A New Deal for People & Nature in Indonesia (Kawasan Konservasi Laut, Perikanan & Ekowisata: Kesepakatan Baru untuk Alam dan Manusia di Indonesia). Diskusi tersebut akan dimulai jam 16.30 WIB dan akan berlangsung kurang lebih 1 jam.

Diskusi tersebut pasalnya dijadwalkan berlangsung di tempat yang sama. Dan yang special adalah adanya Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti yang akan hadir dalam diskusi tersebut. Juga, ada beberapa tokoh lainnya misalnya CEO WWF Indonesia, Rizal Malik dan juga Pimpinan Redaksi Harian Kompas, Ninuk M Pambudy.

Film Our Planet

Our Planet adalah sebuah film seri dokumenter yang mana diproduksi dan juga ditayangkan di Netflix. Film itu hadir atas kerja sama dari Netflix, WWF dan juga Silverback Films. Episode-episode film itu pasalnya mengangkat isu-isu togel hongkong penting soal kekayaan hayati alam liar yang ada di Bumi, pengaruh-pengaruh ekosistem (termasuk akibat ulah tangan manusia yang tak bertanggung jawab pada lingkungan), dan juga upaya pencegahan serta perbaikan kerusakan ekosistem.

Muatan episode-episode tersebut disampaikan dengan visualisasi yang menyentuh untuk menanamkan sebuah kepedulian pada Bumi yang tidak lain adalah rumah kita Bersama.

Isi dari film Our Planet: How to Save Our Coastal Seas ini menekankan bahwa merawat dan juga melindungi wilayah-wilayah tersebut sangat penting. Film ini dinaratori oleh broadcaster sekaligus sejarawan alam, David Attenborough (93).

Teknologi penangkapan ikan di jaman modern ini cenderung berorientasi pada jumlah hasil tangkapan yang besar-besaran dan tidak berpihak pada kelangsungan hidup dan juga perkembangbiakan ikan-ikan laut. Dan tentunya jika hal ini dibiarkan terus menerus, lingkungan hidup ikan juga pasti akan rusak. Dalam film itu juga disebutkan bahwa sampai dengan saat ini, baru 7% saja wilayah laut yang sudah dilindungi dan dirawat.

Upaya-upaya untuk membatasi dengan tegas wilayah atau area penangkapan ikan yang ada di seluruh dunia mesti terus ditingkatkan lagi, sampai paling tidak 30% wilayah laut dari total keseluruhan. Apabila tidak, maka ikan akan berkurang, ekosistem kelautan juga akan terkena akibat buruknya, dan kita, manusia juga akan terkena dampaknya.

Karena tempatnya terbatas, mereka yang sangat ingin menyaksikan film How to Save Our Coastal Seas ini dan sekalian mengikuti diskusinya mesti mendaftarkan dirinya dulu. Jika anda berminat, anda diharapkan mendaftarkan diri ke klestiarsl@wwf.id atau ke nomor telepon 0852-1816-1683.

Pendaftaran ulang juga akan dilakukan langsung di BBJ dan dibuka pada jam 15.00 WIB hari Selasa, 14 Mei 2016. Mereka yang hadir di acara tersebut diminta untuk membawa botol minum Tumblr untuk wadah air minum. Memang tujuannya untuk mengurangi penggunaan plastic yang saat ini sedang digencarkan supaya bisa menjaga ekosistem air lebih bersih dan sehat pula.

Posted in Berita Mancanegara

Larangan Ekspor Senjata dari Jerman ke Saudi

Jerman dikabarkan memperpanjang larangan ekspor senjatanya ke Arab Saudi sampai 6 bulan ke depan. Langkah ini pasalnya dianggap sebagai ketegasan Jerman dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Larangan Ekspor Senjata ke Saudi

“Larangan tersebut pasalnya akan diperpanjang sampai dengan tanggal 30 September 2019. Dalam periode itu, tak akan ada aplikasi ekspor yang disetujui,” ungkap Steffen Seibert, juru bicara pemerintahan, dikutip dari CNN Indonesia pada hari Kamis (28/3).

Gagasan ini sebelumnya memang sempat membuat sejumlah pihak khawatir, khususnya sejumlah rekan bisnis dari Perancis dan Inggris dikarenakan beberapa perusahaan mereka yang bertempat di Jerman sudah mesti memperbarui lisensinya sebelum bulan September.

Pemerintah Jerman juga sepakat untuk memperpanjang lisensi yang telah disetujui selama 9 bulan sehingga perusahaan tidak perlu lagi mendaftarkan lembaganya menjelang akhir tahun nanti. Akan tetapi, perusahaan-perusahaan itu baru bisa mengirimkan senjata ke Saudi setelah bulan September. Mereka juga mesti memastikan senjata liga118 tersebut tak digunakan untuk perang di Yaman.

Larangan ini pertama kalinya diberlakukan setelah adanya kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi yang terungkap pada bulan Oktober 2018 lalu. Jurnalis yang kerap mengkritik Pangeran Mohamed bin Salan (MbS) tersebut ditemukan tewas di gedung Konsulat Arab Saudi yang ada di Instabul, Turki, di tanggal 2 Oktober 2018.

Walaupun sempat menampiknya, akhirnya Saudi mengakui bahwa wartawan tersebut memang dibunuh di dalam kantor konsulatnya. Akan tetapi, Saudi bersikeras bahwa pemerintah kerajaan tidak ikut campur. Mereka juga menambahkan bahwa pembunuhan tersebut dilakukan oleh sejumlah agen intelijen yang mana bergerak di luar kewenangan.

Walaupun demikian, Turki menuding Saudi lah sebagai dalang di balik pembunuhan itu. CIA, Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat, bahkan juga dilaporkan telah menarik simpulan bahwa MbS pasalnya memerintahkan langsung untuk membunuh Khasgoghi.

Stop Ekspor Senjata Karena Kisruh Khasgoggi

Kanselir Jerman, Angela Merkel, menyatakan bahwa Jerman berhenti menjual senjata kepada Arab Saudi untuk sementara waktu ini karena kisruh kasus pembunuhan Jamal Khashoggi ini. Kerajaan Arab Saudi yang akhirnya mengakui bahwa wartawan pengkritik Raja Salman itu tidak bisa mengelak lagi bahwa memang wartawan itu memang dibunuh.

“Saya sepakat bersama mereka yang mengatakan bahwa ini saatnya untuk kita untuk membatasi ekspor senjata (ke Saudi) yang tak bisa mereka lakukan dalam situasi seperti ini,” ucap Merkel sebagaimana dikutip dari dari CNN Indonesia, beberapa waktu lalu.

Dalam jumpa pers tersebut, Merkel juga menyatakan lagi kecamannya dalam pernyataan yang paling keras, ungkapnya pada pembunuhan Khashoggi. Ia juga “mendesak klarifikasi” terkait dengan kasus itu.

“Kami melihat kasus ini tak sepenuhnya diungkap pada public. Kami juga melihat pelaku amat sangat jauh dari proses hokum dan juga pengadilan,” imbuhnya. Merkel mengatakan ia akan terus menerus berkonsultasi dengan mitra-mitra internasional Jerman ini untuk mengoordinasikan langkah untuk merespons tragedi ini.

Dalam kesempatan berbeda, Heiko Maas, Menteri Luar Negeri Jerman, pun mengatakan bahwa sekarang ini negaranya tak melihat “urgensi yang mendasari negeranya untuk tetap menjual senjata ke Saudi.”

September lalu, Jerman baru saja menyepakati penjualan senjata ke Saudi yang nilainya mencapai US$ 480 juta atau setara dengan Rp.7,2 triliun selama tahun 2018.

Riwayat perdagangan alat-alat pertahanan antara Jerman dan Saudi didominasi penjualan kapal patrol. Keputusan ini diambil Merkel sebulan setelah kedua Negara tersebut memulihkan relasi diplomatiknya.