Posted in Penghargaan

Film Indonesia Berhasil Meraih Penghargaan di Festival Film Slowakia

Kabar baik datang dari industri film Indonesia. film Aquiescence yang digarap oleh Fierrany Halita dari Indonesia akhirnya berhasil memenangkan hadiah utama di kategori F-Kids (Anak-Anak) dalam ajang International Festival of Sustainable Development Film (EskotpFilm/EnviroFilm) yang dihelat di kantor walikota Brastislava, Slowakia, di akhir pekan lalu.

counselor Pensosbud KBRI Brastislava, Lelly Meiliani, berkata bahwa penghargaan pada pemenang untuk kategori ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Ilmu Pengetahuan Riset dan Olah Raga Republik Slowakia.

Seperti yang dikutip dari CNN Indonesia, penghargaan untuk film Indonesia ini diterima oleh Dubes RI untuk Slowakia yakni Adiyatwidi Adiwoso yang mewakili Fierrany Halita yang mana tak bisa hadir dalam acara penganugrahan itu. meskipun tak dapat hadir, rekaman Fierrany yang sedang menyampaikan ucapan terima kasihnya atas penghargaan itu pun ditayangkan.

Aquiescene

Film Aquiescene ini sendiri adalah film animasi pendek yang memiliki tema lingkungan. Tak seperti di film-film animasi yang ditayangkan pada umumnya, di mana peran karakter lebih aktif, namun di dalam film ini sendiri dibuat pasif dan lingkungannya yang dibuat aktif.

Film ini sendiri menceritakan soal pohon beringin bernama Fig yang mana menjadi saksi dari beberapa serangkaian peristiwa yang terjadi di sekitarnya yang mana selalu berubah tiap saat.

Sementara itu, untuk Ekotop Film/Enviro Film ini sendiri sudah berlangsung selama 44 tahun lamanya dan menjadi salah satu festival film paling besar di Slowakia. Festival film ini bertemakan kelestarian lingkungan secara khusus. Untuk tahun ini, panitia festival ini menerima kurang lebih 1.300 film dari berbagai negara di dunia dan Cuma ada 86 buah film saja yang bisa masuk ke dalam kompetisi.

Industri Film Indonesia Makin Berkembang

Bisa dikatakan industri film Indonesia makin berkembang saja. Belakangan ini bahkan film-film ini banyak menembus pasar-pasar Asia dan juga banyak mengikuti festival film luar negeri. Dan Aquiescene ini bahkan bisa memenangkan hadiah utama untuk kategori yang unik, F-Kids (anak-anak) di festival ini.

Menurut pembuat filmnya, Fierrany, ia sendiri bahkan tidak menyangka bahwa karyaya mendapatkan penghargaan utama. Film ini merupakan karya pertama dari tugas akhirnya sebagai siswa dari Visual Communication Design Animation di salah satu universitas di Indonesia, Universitas Binus.

Penghargaan di dalam ajang Festival Film Internasional ini pasalnya terdiri dari 7 buah kategori yakni kategori Explore Nature, Nature and Natural Science, Current Stories, Success Stories, Shorts, Kids and Short Films, dan Features: Sustainability and Us. Perolehan penghargaan itu menjadi yang kali pertamanya untuk Indonesia di ajang internasional ini.

Tentu saja hal ini membanggakan Indonesia. seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, film dewa poker Indonesia makin banyak mendapatkan penghargaan dari ajang internasional. Tidak hanya film Aquiescene ini, sebelumnya, Niskala juga menang di Festival Film Berlin.

Film yang digarap oleh sutradara Kamila Andini ini meraih piala kemenangannya di Berlin Internasional FilmĀ  Festival yang ke-68. Memang film ini menang dalam sesi kompetisi Generation Kplus melalui penghargaan yang diberikan oleh juri internasional pada Sabtu, 24 Februari 2018.

Sekala Niskala sendiri menerima pengharagaan Grand Prix dari 3 orang juri dewasa untuk kategori Generation Kplus. Film panjang tersebut menang bersama dengan film pendek yang berasal dari Nepal dengan judul Jaalgedi (A Curious Girl) yang digarap oleh Rajesh Prasad Khatri. Semoga dengan ini makin banyak film Indonesia yang go international lagi.